UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

KAPOLRESTA BARELANG BERI PENGHARGAAN KEPADA POLSEK GALANG SEBAGAI POLSEK KINERJA TERBAIK PERIODE BULAN APRIL 2022

 KAPOLRESTA BARELANG BERI PENGHARGAAN KEPADA POLSEK GALANG SEBAGAI POLSEK KINERJA TERBAIK PERIODE BULAN APRIL 2022        Batam, -juruwartao...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » » Ketua LPTQ Sumut Sebut Peserta MTQ ke 38 Memilki Talenta


MEDAN, JWO- Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumut Dr. Asren Nasution, MA,  mengungkapkan, secara kualitatif peserta MTQ ke-38 memiliki talenta-talenta yang menjanjikan di semua cabang.

Karenanya, Asren meyakini dua-tiga tahun ke depan Sumut akan jadi lumbung qari-qariah, mufassir-mufassirah, dan seniman kaligrafi atau khathath di Indonesia.

“Sesuai harapan Rektor UIN Sumut Prof Syahrin Harahap selaku Ketua Umum Panitia MTQ ke-38 Sumut, Insya Allah dua – tiga tahun ke depan Sumut akan jadi lumbung qari-qariah, mufassir-mufasirah dan khathath-khathath. Tentu jika pola yang dikembangkan LPTQ terus ditingkatkan. Tak boleh lagi semangat kendor,” kata Asren saat bincang-bincang sore bersama Rektor UIN Sumut, Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA, di lokasi bazar MTQ, Kampus I UIN Sumut Jalan Sutomo Ujung Medan, Kamis (24/3/2022).

Dari segi kuantitatif, kata Asren, MTQ ke-38 ini juga meningkat tajam dibanding dari MTQ tahun 2021 yang digelar di Kota Tebing Tinggi. Pada MTQ ke-37 di Tebing Tinggi tercatat 1.137 peserta, sedangkan tahun ini sebanyak 1.311. Cabang yang dilombakan tetap 8 cabang, yakni syarhil Quran, fahmil Quran, tafsir, tahfiz, khat, tilawah, karya tulis ilmiah Quran, dan qirsab. Karena peserta meningkat, maka banyak pilihan bagi hakim menentukan peserta terbaik.

Bahkan, kata Asren, ada yang cukup mengejutkan di cabang khat. Salah seorang peserta yang masih berusia 14 tahun tapi sudah berlaga di tingkat Provinsi Sumut. Sehingga dari segi usia, peserta tersebut masih bisa dipakai hingga 20 tahun ke depan. Menurut salah seorag hakim yang didatangkan dari Jogyakarta, rata-rata peserta cabang khat Sumut sudah standar nasional.

“Jika anak-anak bertalenta ini dibina, tak tertutup kemungkinan di cabang khat Sumut akan berjaya di level nasional. Dengan catatan, jangan lengah pembinaan,” tandas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia.(BPSDM) Sumut ini.(Riz)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply