UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Ops Patuh Toba 2021 Dimulai, Polda Sumut Turunkan 1295 Personil

SUMUT, JWO- Operasi Patuh Toba 2021 dimulai hari ini, ditandai dengan gelar pasukan di Lapangan KS Tubun Polda Sumut. Sebanyak 1.295 personi...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » » Polda Sumut Ungkap Kasus Perampokan Toko Emas Simpang Limun, 5 Pelaku Diringkus


SUMUT, JWO- Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut berhasil mengungkap kasus perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun Jalan Sisingamangaraja pada Kamis (26/8/2021) lalu. Dari kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan 5 orang tersangka, Rabu (15/9/2021).


Adapun ke lima pelaku perampok tersebut yakni Farel alias F (21), warga Jalan Garu 1, Gang Manggis Kecamatan Medan Amplas. Kemudian Paul Sitorus alias P (32), warga Jalan Menteng VII, Gang Horas, Kecamatan Medan Denai. Selanjutnya Prayogi alias Bejo alias B (25), warga Jalan Bangun Sari No 81 Link II, Kecamatan Medan Johor serta Dian Rahmad (26) warga Menteng VII Kecamatan Medan Denai.


Sementara itu, seorang pelaku lainnya yakni Hendrik Tampubolon alias H (38) warga Jalan Paluh Kemiri Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, ditembak mati lantaran melakukan perlawanan saat melakukan prarekontruksi.


Dalam paparan kasus tersebut, turut hadir Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Walikota Medan Bobby Nasution, Waka Polda Brigjen Pol Dadang Hartanto, Dir Krimum Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko dan para PJU serta pemilik toko emas.


Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak MSi mengatakan dari lima pelaku satu diantaranya ditembak mati karena melakukan perlawan dan membahayakan petugas saat melakukan prarekontruksi.


"Kronololgis kejadian, pada awalnya para pelaku merencanakan perampokan dan berhasil membawa sepeda motor di daerah Percut Sei Tuan, jenis Honda Scoopy. Kemudian para pelaku merencanakan perampokan kembali dengan dikomandoi Hendrik Tampubolon dan di iyakan para pelaku lainnya. Hendrik menugaskan Dian untuk mencari orang yang bisa diajak dalam aksi perampokan tersebut, dan bertemulah dengan Farel, Paul dan Prayogi," ungkap Kapoldasu.


Kapoldasu menjelaskan bahwa keesokan harinya pada Rabu (25/8/2021) setelah bertemu, para pelaku melakukan observasi atau peninjauan lapangan ke tujuan yaitu toko emas yang berada di Pasar Simpang Limun.


"Para pelaku sepertinya sudah terlatih karena para pelaku mayoritas telah pernah menjalani hukuman penjara dengan kasus pencurian dan pemberatan. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi bekerjasama dengan Dishub Kota Medan untuk milihat CCTV dan memantau gerak-gerik pelaku serta kerjasama dengan pihak TNI," jelas Kapoldasu.


Barang bukti yang berhasil disita dalam kasus tersebut berupa 1 pucuk senjata laras panjang, 1 pistol FN rakitan, Pistol jenis revolver rakitan, 117 butir peluru ukuran 9 MM, 69 butir peluru ukuran 7.62 MM, 1 unit sepeda motor Honda Beat, 7 buah hansaplast. Para pelaku dikenakan Pasal 365 ayat (2) ke 4e, 2e KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.


Sementara itu, pemilik toko emas mengucapkan terimakasih kepada Polisi dan semua pihak terkait yang telah mengungkap pelaku perampokan toko emas mereka.


"Saya berterima Kasih kepada Bapak Kapolda Sumut, Bapak Walikota Medan, Bapak Pangdam dan Pak Tatan," ucapnya.


Sekedar informasi, adapun kedua toko emas yang dirampok yakni toko emas Aulia Chan dan toko emas Masrul yang berada di Pasar Simpang Limun. Para pelaku berhasil mengasak 6,8 Kg emas yang diperkirakan total mencapai Rp 6,5 M.(Riz)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply