UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Polda Sumut Ungkap Kasus Perampokan Toko Emas Simpang Limun, 5 Pelaku Diringkus

SUMUT, JWO- Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut berhasil mengungkap kasus perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun Jalan Sisingamangaraj...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » Polda Sumut Berhasil Ungkap Kasus Jual Beli Vaksin Covid-19 di Komplek Perumahan Elit Medan


SUMUT, JWO- Polda Sumut berhasil mengungkap kasus jual beli vaksin Covid-19 kepada warga komplek perumahan elit di Medan. Ironisnya, aksi tersebut juga melibatkan petugas medis dan seorang wanita agen properti ternama di Medan, Jumat (21/5/2021).

Informasi yang dihimpun, petugas berhasil mengamankan 4 orang tersangka yakni seorang wanita berinisial SW, agen property selaku pemberi suap, IW dokter di Lapas Tanjung Gusta dan KS dokter di Dinkes Sumut selaku penerima suap, serta SH selaku ASN di Dinkes Sumut.

Didampingi Kasdam I/BB mewakili Pangdam I/BB, Wakapoldasu Brigjen Pol Dr Dadang Hartanto, Dir Reskrimum Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Dir Reskrimsus Kombes Pol John CE Nababan, Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi dan para PJU Sumut, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, mengatakan pengungkapan tersebut bermula dari informasi yang diterima petugas pada Selasa (18/5/21) lalu, tentang adanya jual beli vaksin Covid-19 di masyarakat.

“Pemberian vaksin tersebut dikoordinir oleh SW, agen properti yang bekerjasama dengan IW dan KS. Sebelumnya, kepada penerima vaksin diminta biaya berupa uang sebesar Rp 250 ribu. Seharusnya, vaksin tersebut diserahkan kepada petugas publik dan para napi namun justru dijual para tersangka kepada warga komplek perumahan,” ungkap Kapolda.

Kapolda Sumut menjelaskan, jual beli vaksin Covid-19 itu sudah berlangsung selama 15 kali dengan jumlah masyarakat yang divaksin sebanyak 1085 orang dibeberapa komplek perumahan sedangkan dana yang diperoleh sebesar Rp 271.250.000.

“Selama 15 kali melakukan vaksin terhadap 1085 orang, mereka meraup keuntungan Rp 271.250.000. Lalu fee yang diberikan kepada wanita SW dari hasil kegiatan tersebut sebesar Rp 32.550.000,” jelasnya.

Kapolda menyebutkan, pelaku SW selaku pemberi suap, dan kepada dr IW dan dr KS selaku penerima suap, dikenakan UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001.

“Selanjutnya dijuntokan dengan Pasal 64 ayat 1 KUHP serta Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” sebutnya.

Sementara itu terhadap tersangka SH, Panca mengatakan, berperan memberikan vaksin kepada IW tanpa melewati prosedur yang seharusnya. Kepadanya akan dikenakan Pasal 372 dan 374 KUHP yang bila memungkinkan akan dijerat dengan pasal tindak korupsi.

“Barang bukti yang kita sita ada 13 botol vaksin sinovac, di mana 4 botol sudah kosong. Saat ini sisanya kita amankan untuk menjaga kualitas agar dapat digunakan kembali kepada yang berhak,” ujar Kapolda Sumut.

Sementara itu, pelaku SW saat diwawancarai mengaku awalnya teman-temannya mencari dirinya untuk mendapatkan vaksin, sehingga dia menjembataninya. Kemudian dr IW membenarkan dirinya menerima aliran dana. Vaksin itu didapatkan dari Dinas Kesehatan langsung menghadap SH.

“Setelah itu teman-teman mengumpulkan dana, baru saya serahkan kepada dokter baik tunai dan non tunai. Lalu diberikan kepada saya uang minyak dan capek, tapi saya tidak minta,” ucapnya.(Tim)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply