UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Dirlantas Polda Sumut Tinjau Langsung Lokasi Longsor di Desa Tiang Layar Pancur Batu

SUMUT, JWO- Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda melakukan peninjauan langsung lokasi longsor yang berada di ...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » Sat Reskrim Polresta Deli Serdang Paparkan Kasus Cabul Ayah dan Abang Biadab


SUMUT, JWO- Sat Reskrim Polresta Deli Serdang menggelar paparan kasus anak perempuan berinisial DSN (13) di Deli Serdang, yang menjadi korban pencabulan oleh ayahnya AA (55) dan kakak kandungnya MI (15), Sabtu (9/1/2021).

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kompol Firdaus mengatakan pelaku dikenakan pasal perlindungan anak yakni pasal 81 Ayat (3) Subs Pasal 82 Ayat 1 UU JO Pasal 76 , 76 E UU RI No 17 Tahun 2016 tentang perubahan Perpu No 01 Tahun 2016 tentang perubahan ke dua atas UU RI no 23 tahun 2002.

"Ancaman hukuman maksimal 20 tahun  penjara," ujar Firdaus saat paparan di Polresta Deli Serdang.

Selain itu, kedua pelaku juga terancam mendapat Sanski tambahan yakni hukuman kebiri. Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020 tentang hukuman kebiri bagi predator seksual anak yang baru ditandatangani Presiden Joko Widodo. Terkait aturan itu, kata Firdaus pihaknya akan berkordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum.

"PP Kebiri, kita akan berkordinasi dengan pihak JPU untuk penerapan PP tersebut," ujar Firdaus.

Namun apakah PP kebiri juga akan diterapkan terhadap tersangka MI yang masih dibawa umur Firdaus tidak menjawabnya secara gamblang.

"Berdasarkan PP tersebut pelaku pencabulan namun kita akan kordiansi dengan JPU," tambah Firdaus.

Diberitakan sebelumnya, Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Deli Serdang berhasil membekuk AA (55) dan anak kandungnya berinisial MI (16) dari kediaman mereka di Dusun IV, Kecamatan Tanjung Morawa, Kamis (7/1/2021).

AA dan MI dibekuk karena nekat mencabuli korban bernisial DSN (13) yang merupakan anak kandung dan adik kandung dari kedua pelaku.

Terungkapnya perbuatan bejat sang ayah kandung dan abang kandung terhadap korban bermula saat korban bercerita kepada Rahmad Akbar pada Kamis (24/12/2020) lalu, bahwa dirinya telah dicabuli ayah dan abang kandungnya sejak tahun 2018 hingga tahun 2020.(Tim)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply