UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Sambut HUT Lantas ke 65, Sat Lantas Polresta Deli Serdang Gelar Baksos

SUMUT, JWO- Dalam rangka menjelang HUT lalu lintas Bhayangkara ke 65, Satlantas Polresta Deli Serdang menggelar kegiatan baksos berupa pem...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » Ricuh Minta Jatah BLT, Poldasu Ringkus Belasan Pelaku Keributan di Madina

SUMUT, JWO- Kapolda Sumut pimpin langsung press release pengungkapan kasus keributan di Kabupaten Madina. Kegiatan tersebut digelar di depan Gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut, Rabu (8/7/2020).

Dalam kesempatan ini, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi di dampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi, Karo Ops, Dir Krimum dan Kabid Humas Polda Sumut.

Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi mengatakan Polda Sumut berhasil mengamankan 18 orang diduga pelaku penyebab keributan di Madina dimana salah satu diantaranya seorang perempuan.

"Dari 18 tersangka ada yang bertugas sebagai provokator massa untuk mengumpulkan dan membakar amarah massa dan melakukan aksi penutupan jalan, ada juga yang berperan sebagai pelempar batu ke polisi dan membakar mobil Waka Polres Madina," ungkap Kapoldasu.

Kapoldasu menjelaskan bahwa dari tangan para tersangka, petugas mengamankan beberapa barang bukti berupa 1 buah mobil Wakapolres dan Mobil warga dengan Nopol BB 1878 LR yang keduanya dalam keadaan rusak terbakar, kemudian 1 buah sepeda motor metic dalam keadaan rusak terbakar dan bongkahan batu dari TKP yang digunakan untuk melempari petugas yang melakukan pengamanan.

Kapolda Sumut mengatakan aksi keributan ini tidak hanya di lakukan oleh masyarakat namun juga mahasiswa dari luar desa mompang julu juga ikut ribut. Mereka meminta dana desa sebesar 30 % sehingga meminta kepala desa untuk menyerahkan kepada pendemo dari dana BLT.

“Ada 6 anggota Polri yang terluka dan kendaraan dinas Wakapolres yang terbakar. Sampai saat ini situasi di desa mompang julu sudah kembali aman dan kondusif dan Polda Sumut akan terus bertindak profesional untuk mencari dalang - dalang yang masih dalam pengejaran kita,“ jelas Kapoldasu.

Kapoldasu menyebutkan bahwa motif para pelaku yakni meminta jatah 30% dari dana BLT dan belum di temukan adanya aktor lain di balik ini.

"Tidak ada yang boleh meminta hak atas BLT yang diberikan pemerintah dan disini Polda Sumut dan Polres Madina sudah selidiki tidak ada kesalahan dari Kades Karena dana BLT yang diberikan sudah sesuai," ucap Kapoldasu.(Tim)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply