UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Sambut HUT Lantas ke 65, Sat Lantas Polresta Deli Serdang Gelar Baksos

SUMUT, JWO- Dalam rangka menjelang HUT lalu lintas Bhayangkara ke 65, Satlantas Polresta Deli Serdang menggelar kegiatan baksos berupa pem...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » Kapolda Sumut Pimpin Rilis Kasus Peredaran 55 Kg Sabu, 2 TSK Ditembak Mati

SUMUT, JWO- Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi memimpin kegiatan press rilis di RS Bhayangkara Medan, atas keberhasilan Polrestabes Medan dalam menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu jaringan Aceh-Medan-Pekanbaru-Surabaya sebanyak 55 Kg, Senin (20/7/2020).

Informasi yang diperoleh, petugas kepolisian a menangkap 15 orang terkait narkoba di Medan dengan dua diantaranya ditembak mati.

"Untuk total tersangka yang sudah ditangkap ada 15 orang. Di mana dua orang di antaranya terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur karena mengancam keselamatan petugas. Keduanya meninggal dunia," ungkap Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi, di RS Bhayangkara Medan, Senin (20/7/2020).

Kapoldasu menjelaskan bahwa ke-15 tersangka yang diamankan ini berasal dari dua jaringan. Jaringan pertama, yakni dari Aceh-Medan-Pekanbaru dan kedua Aceh-Medan-Surabaya.

"Ini ada jaringan baru, sekarang langsung pemesanan dari Surabaya. Jadi Aceh-Medan-Surabaya. Yang selama ini kita kenal Aceh-Medan-Pekanbaru dan Aceh-Medan-Jakarta. Jadi, hari ini juga ada jaringan baru yang kita ungkap. Mereka ada yang kurir juga ada yang pengedar," jelas Kapoldasu.

Kapolda menyebut barang bukti 55 Kg sabu itu diamankan dari beberapa TKP, yakni wilayah hukum Polsek Patumbak 11 kg, wilayah hukum Polsek Sunggal ada 3 kg dan 1 Kg dari wilayah Polsek Kutalimbaru. Barang bukti dari tiga TKP tersebut merupakan milik jaringan Aceh-Medan-Pekanbaru.

Sementara untuk jaringan Aceh-Medan-Surabaya total yang diamankan sebanyak 40 kg. Selain sabu, petugas juga menyita enam unit mobil, lima unit sepeda motor dan 27 unit HP.

"Semua mereka menggunakan KTP palsu dan ini akan kita cek ini di mana dibuat karena ini dengan KTP palsu dia bisa buat apa saja. Nanti kami koordinasi dengan Polda tempat dikeluarkannya KTP palsu tersebut," ujar Kapoldasu.

Para pelaku dijerat Pasal 114, Pasal 112 jo Pasal 132 UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.(Tim)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply