UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Direktorat Reskrimum Polda Sumut Ringkus Komplotan Pembunuh Asiong

SUMUT, JWO- Direktorat Reskrimum Polda Sumut berhasil meringkus komplotan pembunuh Jefri Wijaya alias Asiong (39) warga Jalan Amal, Kecama...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » Ungkap Peredaran Sabu, 4 Warga Lampung Dibekuk Polda Sumut, 1 "Exit"

MEDAN, JWO- Polda Sumut menggelar kegiatan press release atas pengungkapan kasus 4 Kg sabu yang digelar di depan kamar jenazah Rumkit Bhayangkara TK II Medan, Sabtu (18/4/2020).

Dalam pelaksanaan release ini, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin M Si, didampingi oleh Dir Narkoba Polda Sumut, Kabid Propam, Kabid Humas, Kabid Labfor dan Karumkit TK ll Medan.

Dari informasi yang dihimpun, petugas berhasil meringkus 4 tersangka dimana 1 diantaranya meninggal dunia (Exit) karena dilakukan tindakan tegas, keras dan terukur lantaran mencoba melawan petugas saat diamankan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani saat memimpin release di depan kamar jenazah rumkit Bhayangkara TK II Medan, mengatakan modus baru peredaran narkotika guna mengelabui petugas dengan cara mengganti bungkus narkotika yang biasa dengan teh hijau china kali ini dengan menggunakan bungkus kopi Gayo dari Aceh.

“Ke-4 Pelakunya adalah orang Lampung namun menjadi jaringan Aceh dan Palembang yang diduga barang ini berasal dari Malaysia. Ada 4 Kg sabu yang diamankan Dit Narkoba Polda Sumut, barang haram ini dibungkus dengan kemasan Kopi Gayo Aceh,” ungkap Kapolda Sumut.

Kapolda Sumut menjelaskan bahwa 1 diantara 4 tersangka meninggal dunia karena terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur sebab melawan petugas saat akan diamankan.

"Ini merupakan sebagai bentuk keseriusan Polda Sumut untuk menindak tegas siapapun yang mencoba bermain-main dengan barang haram ini,” ucap Kapoldasu dengan tegas.

Kapolda Sumut juga turut mewawancari langsung Ke-3 pelaku, dan ketiganya mengaku mengerjakan aksinya dengan mendapatkan upah sebesar Rp 25 juta per orang yang akan dibayar oleh bos mereka.

"Bos mereka merupakan tersangka yang sudah dilakukan tindakan tegas dan terukur oleh petugas," kata Kapoldasu.

Kapolda Sumut menambahkan jika para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 subs pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling ringan 6 tahun dan penjara paling lama 20 tahun.(Tim)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply