UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Satgas TMMD Memasuki Tahap Finishing ,Tak Lama Lagi Rohaimin Memasuki Rumah Baru

Sipispis(Sergai),-Lima sesi tersulit bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) segi delapan tahan terpaan angin puting beliung milik Rohaimin,...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » Kapolres Belawan Berikan Bantuan Terhadap Bayi Penderita Hidrosefalus

BELAWAN, JWO- Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH mengunjungi sekaligus memberikan Tali Asih kepada keluarga Dhea Aisyah Putri (1) balita penderita penyakit pembesaran kepala (Hidrosefalus) di Jalan Andan Sari Pasar 6 Durung lll lingkungan 18 Kecamatan Medan Marelan, Selasa (24/9/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pelabuhan Belawan didampingi Bhabinktibmas Kelurahan Terjun beserta Wartawan Online.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH mengatakan bahwa dirinya turut prihatin atas penyakit yang diderita Dhea yang masih balita.

"Saya prihatin keadaan yang diderita balita penderita pembesaran kepala tersebut, dengan bantuan sembako dan tali asih ini setidaknya dapat meringankan beban yang diderita balita tersebut," ucap Kapolres.

Sementara itu, kedatangan Kapolres disambut senang dan gembira keluarga Dhea. Mereka sangat berterima kasih kepada Kapolres Pelabuhan Belawan yang sudi meringankan langkahnya datang di gubuknya.

"Terimakasih yang tak terhingga kami ucapkan Pak, semoga Bapak diberikan Rezeki dan Umur yang panjang serta kesehatan dari Allah SWT," kata Jumiati ibu dari penderita Hidrosepalus.

Jumiati menjelaskan bahwa anaknya Dhea Aisyah Putri yang masih berusia 1 tahun tersebut hanya bisa terbaring lemas. Penyakit pembesaran pada kepala (Hidrosefalus) yang mendera membuatnya kondisinya memprihatinkan.

Bayi buah cinta Hendra yadi (35) dengan istrinya Jumiati (32) itu sudah divonis menderita penyakit Hidrosefalus sejak usia 4 bulan.

“Dari usia 4 bulan Udah  mulai nampak ada kelainan, kami hidup pas-pasan, ayahnya hanya kuli bangunan. Meskipun anak ketiga kami ini terdaftar di KIS. Namun, kami kesulitan biaya sehari-hari selama masa perobatan berlangsung,” ujarnya.(Tim)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply