UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Ciptakan Kekondusifan di Bulan Puasa, Kapolres Belawan Bagikan Takjil ke Pengendara

BELAWAN, JWO- Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP H Ikhwan Lubis SH MH dan PJU serta Ibu-ibu Bhayangkari melaksanakan giat bagi-bagi takjil gr...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » Jelang Lebaran, Beredar Kupon Hoax Eramas Bagi-bagi Zakat

MEDAN, JWO- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, pasangan calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 1, Eddy Rahmayadi-Musa Rajeckshah, mendapat serangan hoaks pembagian kupon zakat mengatasnamakan Eramas yang telah dibagi-bagikan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, Kamis (14/6/2018).

Masyarakat yang mendapat kupon itu, sontak langsung datang berbondong-bondong mendatangi kantor pemenangan Eramas di Jalan A Rivai, Kota Medan, lantaran ingin mempertanyakan kebenaran soal kupon yang beredar tersebut.

Seorang warga mendatangi Posko Pemenangan Eramas. Ia mau menukar kupon pembagian zakat yang ternyata hoaks.Tim Eramas terpaksa harus bersabar menjelaskan kepada warga yang datang.

"Saya cuma dikasih pas lewat tadi. Makanya saya kesini. Kirain ada uangnya. Ternyata palsu," ungkap wanita berambut sebahu.

Ada dua versi kupon yang di dapat, pertama adalah kupon zakat bergambar foto Edy-Ijeck bertuliskan kupon zakat Idul Fitri 1439 H. Selanjutnya kupon itu katanya bisa di tukarkan dengan uang sebesar Rp 500 ribu per kepala keluarga.

Dibalik kupon itu tertulis pula syarat untuk mengambil zakat. Keluarga penerima zakat diminta untuk membawa fotkopi kartu keluarga dan KTP asli. Pesan terakhir dalam kupon itu meminta agar masyarakat bersedia memilih dan memenangkan pasangan Eramas 27 Juni mendatang.

Selain Eramas, kupon zakat itu juga menyebut nama Anif Shah, orang tua Ijeck. Dalam kupon itu menawarkan uang Rp 1 juta per kepala keluarga.

Sekretaris DPD Golkar Sumut Irham Buana Nasution menegaskan bahwa pihaknya membantah ada membagi-bagikan kupon.

"Kalau kita mencetak kupon itu, sudah pasti melanggar UU Pilkada. Kita juga sadar kalau itu tersebar di Masyarakat, pasti akan menyebabkan konflik. Kita minta KPU, Bawaslu dan kepolisian bisa mengusut tuntas kasus itu. Karena hal itu sudah menciderai nama calon yang mereka usung," katanya.(Riz)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply