UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Sambut HUT Lantas ke 65, Sat Lantas Polresta Deli Serdang Gelar Baksos

SUMUT, JWO- Dalam rangka menjelang HUT lalu lintas Bhayangkara ke 65, Satlantas Polresta Deli Serdang menggelar kegiatan baksos berupa pem...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » Dituding Berpihak "Sebelah Tangan", Komisi D DPRD Medan Sesalkan Sikap Warga

MEDAN, JWO- Komisi D DPRD Medan menyayangkan sikap dari warga Jalan SM Raja Medan terkait dengan penembokan gang yang dilakukan pihak Hotel Grand Antares Medan dimana masyarakat menuding adanya keberpihakan para wakil rakyat, Rabu (24/1/2018).

Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong saat mengelar temu pers di Gedung DPRD Medan mengatakan bahwa sangat disesalkan adanya tudingan tersebut.

“Sangat kita sesalkan dan sayangkan adanya pernyataan dan tudingan warga yang menyatakan adanya keberpihakan kami. Perlu kami sampaikan kami tidak pernah berpihak kepada siapa pun, termasuk para pengusaha. Tapi kami selalu berpihak kepada rakyat dan mengutamakan kepentingan rakyat diatas segalanya,” ungkapnya.

Parlaungan menyatakan bahwa pihaknya selalu membela kepentingan rakyat, termasuk persoalan gang yang telah ditutup pihak management Hotel Grand Antares.

“Jadi kami sampaikan sekali lagi bahwa kami para wakil rakyat selalu membela kepentingan rakyat. Ini perlu digaris bawahi karena  banyak pengaduan yang masuk selalu kami tanggapi, apalagi persoalan warga di area kawasan SM Raja yang gangnya ditutup pihak Hotel Grand Antares, kami jadikan perhatian kami,” ucap Parlaungan.

Sebagai bentuk komitmen, kata politisi Partai Demokrat tersebut pihaknya akan melakukan peninjauan langsung lapangan di tanggal 30 Januari.

“Kita sudah jawadlkan peninjauan langsung ke lapangan sesuai dengan kesepakatan sesama rekan-rekan di Komisi DPRD Medan," sebut Parlaungan.

Jadi seluruh persoalan warga yang masuk dan diadukan itu sangat banyak kami terima, serta selalu digilir kapan jadwal dengan pendapat dan kapan diputuskan untuk ditinjau langsung.

Jadi ini membutuhkan waktu karena berpuluhan tiap hari pengaduan masuk sehingga ini harus disadari oleh masyarakat,serta tidak menuding dengan sembarangan yang menimbulkan image negatif,” katanya seraya meminta masyarakat harus memahami fungsi dan tugas dari para wakil rakyat karena keputusan berada di Pemko Medan.

”Setiap pengaduan yang masuk itu kami terima ada berbagai tahapan,bukan serta merta bisa kami putuskan. Karena esekutor itu ada ditangan Pemko Medan, bukan ditangan kami. Jadi apa yang kami ambil untuk dijadikan keputusan, seluruhnya diputuskan oleh Pemko Medan,” ujar Parlaungan.(Riz)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply