UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Rebutkan Tanah ,2 Kelompok Warga Jalan Pekong Bersengketa

JWO,Red MEDAN - Dua kelompak warga, dari kelompok para pedagang Pasar Pekong, lingkungan 6, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Poloni...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » Beli HP Pakai Upal, Mahasiswa Ini Diringkus Polsek Sunggal

SUNGGAL, JWO- Personil Polsek Sunggal berhasil meringkus Ipal Bugis (23) yang nekat berbelanja HP dengan menggunakan uang palsu (upal) di Jalan Binjai Km 15 Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Senin (18/12/2017).

Informasi yang dihimpun, penangkapan tersebut berawal ketika salah satu pemilik toko HP melaporkan ke Polsek Sunggal jika ada pembeli yang berbelanja dengan menggunakan uang palsu. Berdasarkan informasi itu petugas langsung turun ke lokasi.

Setibanya, petugas melihat seorang pria dengan ciri-ciri yang sama. Tanpa berlama-lama petugas langsung meringkus tersangka.

Ketika digeledah, petugas menemukan uang palsu siap edar pecahan Rp 50 ribu sebanyak Rp 1,1 juta yang disimpan di kantong celana pelaku.

Kemudian petugas melakukan pengembangan di rumah pelaku dan menemukan uang palsu siap edar pecahan Rp 100 ribu 2 lembar, pecahan Rp 50 ribu 49 lembar, pecahan Rp 100 dan Rp 50 ribu belum digunting 62 lembar, pecahan Rp 50 ribu belum digunting 98 lembar, 1 unit printer merk Hp, tinta pewarna 4 buah, kertas HVS setengah Rem, 1 buah gunting dan penggaris.

Dihadapan petugas, tersangka yang merupakan mahasiswa di salah satu universitas swasta Medan ini mengaku jika baru beberapa kali melakukan aksi tersebut.

"Baru 2 kali pak saya beli HP pakai upal pak," ucap tersangka.

Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna mengatakan berdasarkan informasi yang diterima, petugas berhasil meringkus tersangka.

"Tersangka kita ringkus saat sedang berbelanja HP," ungkapnya.

Wira menjelaskan bahwa dari pengakuan tersangka, aksi tersebut sudah 2 kali dilakukannya dengan modus yang sama yakni membeli HP dengan menggunakan uang palsu.

"Pemilik toko curiga terhadap uang yang diberikan oleh pelaku sehingga ia langsung menghubungi kami," jelasnya.

Wira menambahkan jika tersangka dikenakan Pasal 36 ayat 1, 2, 3 UU RI No 7 tahun 2011 tentang mata uang dangan ancaman hukuman paling sedikit 10 tahun penjara.(Riz)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply