UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Diduga Kebal Hukum, Judi Togel di Griya Martubung Eksis Melalui "SMS"

BELAWAN, JWO- Judi togel merk "RZ" yang berada di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan diduga semakin hari semakin menjadi jad...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » Dua Perampok Guru SD Ditembak Mati Polisi

SUNGGAL, JWOC- Petugas gabungan Sat Reskrim Polrestabes Medan bersama Unit Reskrim Polsek Sunggal harus menembak mati dua orang perampok sadis berinisial R (20) dan BP (20) yang tega merampok seorang guru SD hingga mengalami patah tangan di Jalan Setia Budi Kecamatan Sunggal, Senin (6/11/2017).

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berawal ketika korban yang baru saja selesai mengajar hendak pulang ke rumahnya dengan menumpangi becak motor (betor).

Setibanya di lokasi, tiba-tiba betor yang ditumpangi oleh korban dipepet kedua pelaku yang langsung merampas tas milik korban.

Korban yang tak mau barang berharganya diambil berusaha mempertahankannya sehingga sempat terjadi tarik-tarikan antara keduanya.

Diduga kalah tenaga korban pun langsung terjatuh dari betor dan terhempas ke aspal hingga tangan dan bahunya mengalami patah tulang, sementara kedua pelaku langsung melarikan diri.

Wakapolrestabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, didampingi Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna, mengatakan kedua pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas lantaran melawan petugas.

"Dari tangan kedua tersangka, kami menyita senjata tajam berupa samurai, sejumlah tas sandang para korban," ungkapnya.

Wakapolrestabes Medan ini menjelaskan bahwa kedua tersangka yang merupakan residivis atas kasus yang sama ini sudah berulangkali melakukan aksinya di berbagai lokasi wilayah hukum Polrestabes Medan.

"Kedua tersangka sudah berulangkali melakukan aksinya, terbukti dengan adanya 41 laporan polisi dan para korban seluruhnya wanita," jelasnya.

Mantan Kapolres Asahan ini mengatakan jika setiap kali selesai melakukan aksinya, salah satu pelaku selalu membuat postingan di media sosial Facebook.

"Jadi pelaku BP ini setiap kali selesai menjalani aksinya, ia selalu memposting ke media sosial dan mengatakan jika hasil kejahatannya digunakan untuk pembangunan rumahnya," kata Tatan.

Tatan menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengambil tindakan tegas bagi pelaku kejahatan yang sangat meresahkan warga Kota Medan.

"Pihak keluarga korban juga mengucapkan terima kasih banyak atas kinerja pihak kepolisian," katanya.(Riz)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply