UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Ciptakan Kekondusifan di Bulan Puasa, Kapolres Belawan Bagikan Takjil ke Pengendara

BELAWAN, JWO- Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP H Ikhwan Lubis SH MH dan PJU serta Ibu-ibu Bhayangkari melaksanakan giat bagi-bagi takjil gr...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » Pelatihan Jahit Menjahit Di Desa Panglong

Sergai,(eXpose)-Masyarakat desa Panglong kecamatan Dolok Merawan kabupaten serdang bedagai mendapatkan pengalaman yang sangat berharga di dalam hal jahit menjahit.
Pengalaman jahit menjahit yang mereka dapatkan merupakan suatu program dari Kepala Desa Panglong Aulis Sofian yang memiliki harapan kepada masyarakatnya agar bisa berwira usaha (enter preneur) sehingga dapat membantu perekonomian keluarga.
Aulis Sofian mengatakan, sebanyak lima belas orang yang ikut dalam pelatihan jahit menjahit yang telah dilaksanakan pada Tanggal 11-September-2017 hingga 11-Oktober-2017, saat ini telah memahami tekhnik untuk membentuk pola yang diinginkan.
“Selama dalam pelatihan jahit menjahit dan bordir, peserta mendapat bimbingan dan arahan dari tenaga ahli dalam bidang konveksi (tempat produksi yang berhubungan dengan sandang atau pakaian). Untuk menambah semangat para peserta pelatihan, Kepala Desa bersama Ibu PKK turut memberikan bimbingan dan arahan.
“Dari ilmu yang telah didapatkan selama mengikuti pendidikan dan latihan yang telah dijalani oleh peserta, saat ini peserta sudah mendapat orderan (pesanan) dari Desa Limbong, Desa Afdeling VI Dolok Hilir, Desa Paretokan dan Desa Afdeling VII Dolok hilir,” kata Aulis kepada awak media ini di Kantornya, Senin 23/10/2017.
“Saat ini, kata Aulis, peserta yang sudah memahami jahit menjahit, sudah menerima orderan jahitan berupa seragam PKK, baju, baju anak PAUD dan plafon teratak.
“Sementara, semua perlengkapan yang digunakan dalam pelatihan, sebelumnya Kepala Desa sudah meyediakan sebanyak sembilan unit mesin jahit, Dua mesin obras (mesin jahit pinggir), Dua mesin bordir dan perlengkapan lainnya. “Seluruh perlengkapan dibeli dengan menggunakan dari Dana Desa,” ujar Aulis.
Aulis berharap kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan, agar memanfaatkan ilmu yang sudah di dapatkan dan bagi yang mau belajar, kesempatan masih tetap terbuka,” sebutnya. ()


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply