UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Rebutkan Tanah ,2 Kelompok Warga Jalan Pekong Bersengketa

JWO,Red MEDAN - Dua kelompak warga, dari kelompok para pedagang Pasar Pekong, lingkungan 6, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Poloni...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » Modus Usaha Game Ketangkasan, Judi Tembak Ikan "Golden Zone" Beredar dikawasan Sekolah dan Tempat Ibadah

Medan,JWO,- Dianggap para pelaku usah bisa mengelabui penegak hukum, bisnis judi Tembak Ikan itu pun mulai berkembang. Contohnya, di kawasan elite Jalan William Iskandar/Pancing, Komplek MMTC Desa Medan Estate, Kecamatan Medan Tembung.

Lokasi yang diduga judi tersebut dibuka  dikawasan perkomplekan dan dikawasan sekolah serta tempat ibadah, bisnis tembak ikan disitu mulai ramai diminati. Namanya pun tak kalah keren yakni 'Golden Zone'.

Tidak hanya masyarakat umum yang dibuatnya resah, para siswa, dan para mahasiswa juga kesal dengan beroprasinya perjudian itu.

"Bagaimanalah pejabat kita saat ini,  didekat sekolah MAN 1, MAN 2 dan beberapa kampus serta Masjid lapak judi bisa beroperasi. Dimana polisi dan pemerintah kita yang berwenang ini sekarang ini", ungkap salah seorang siswi UIN Medan dengan kesal.

Tempat tersebut pun tak bedanya dengan tempat judi tembak ikan lainnya.masih juga banyak diminati para pemain dari turunan Tionghoa dan warga pribumi yang pastinya berkantong tebal.

Mulai pagi masih terlihat seperti tempat permainan ketangkasan yang katanya banyak dikunjungi anak-anak, namun hingga menjelang malam, mereka (para tamu) yang datang mengendarai mobil pribadi. Ruko tersebut pun ramai.  Dari jalan William Iskandar, sudah tampak kelihatan lampu kelap-kelip dari mesin judi tambak ikan itu.

"Saat masuk kelokasi, mereka (pihak pengelola) pasti langsung bertanya mau ngapain? Kalau mau main, disiapkan mereka karcisnya, nanti kalau menang keluar karcis dan bisa ditukar jadi uang ke kasir yang sudah dipersiapkan," beber salah seorang pengunjung.

Warga sekitar pun berharap, pihak kepolisian, dan dinas terkait hingga pemerintah selaku penguasa, dapat terjun langsung bukan malah membekingi, namun memberantas judi yang dapat meracuni bahkan merusak generasi muda juga masyarakat.

"Kami bersama elemen masyarakat rencananya akan mendiskusikan keberadaan Golden Game bersama tokoh agama dan lainnya untuk mendesak pihak kepolisian dan pemerinta agar dapat mengkaji hal ini. Bila perlu, menutup paksa tempat maksiat itu," pungkas, Ali (35) warga Medan Tembung.(raf)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply