UMUM

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

JURU WARTA ONLINE

Kapolres Belawan Hadiri Rapat Pleno di Hotel Santika

BELAWAN, JWO- Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH, MH, menghadiri rapat Pleno Rekapitulasi dan penghitungan perolehan suara Pe...

Header Ads

VIDEO

NASIONAL

KRIMINAL

POLITIK & HUKUM

DAERAH

OLAHRAGA

KESEHATAN

» » Limbah RSU Mitra Sejati Resahkan Warga



LAPORAN : SIMON

GEN,Deli Serdang-Limbah medis Rumah Sakit Umum Mitra sejati kelurahan pangkalan mansur kecamatan medan johor mengancam lingkungan sekitarnya. Limbah rumah sakit itu mengandung bahan beracun dan berbahaya. Warga yang berada disekitar lokasi pembuangan dalam beberapa waktu terakhir resah karena terkena dampak limbah berbahaya itu.

 Unan warga lingkungan I yang tinggal di dekat rumah sakit mengatakan, hampir 3 tahun ini warga terganggu dengan bau busuk yang berasal dari rumah sakit itu.Tidak hanya itu unan juga khawatir air sumur mereka terinfeksi penyakit dari limbah tersebut, ujarnya.

 Ia juga menambahkan, RSU Mitra sejati  seharusnya mencari lokasi pembuangan limbah medis yang jauh dari permukiman masyarakat, warga sudah berulang kali membicarakan hal ini pada pihak rumah sakit namun hingga kini belum ada tanggapan dari pihak rumah sakit tersebut.Warga mengancam akan melakukan demostrasi besar-besaran apa bila permintaannya tidak ditanggapi.

 Sementara itu, pihak rumah sakit saat ditemui wartawan Generasi'News Rabu (12/01) mengatakan, Mereka tidak mengetahui masalah jarak isntalasi pengolahan  air limbah( IPAL ),dan pihak rumah sakit juga membantah tentang adanya keluhan masyarakat sekitar rumah sakit.

 Menurut keputusan mentri Lingkungan Hidup no.58 tahun 1995, tentang baku mutu limbah cair bagi kegiatan rumah sakit. Untuk menangani air limbahnya rumah sakit diwajibkan oleh pemerintah menyediakan fasilitas IPAL sebelum air limbahnya di buang ke badan air penerima. Oleh sebab itu seharusnya pihak rumah sakit  merancang IPAL  yang mampu mereduksi, sehingga bisa menjamin kelestarian fungsi ekosistem sehingga dapat mengurangi dampak buruk polutan di dalam air limbah.

 Undang-Undang Peraturan Mentri Kesehatan (PERMENKES) No 40 tahun 2004’’jarak antara IPAL dengan fasilitas umum minimal 50 meter sementara hasil dari pantauan wartawan di lokasi jarak IPAL dengan rumah penduduk hanya terhitung setengah meter. Berarti pihak rumah sakit telah menyalah gunakan kewajibannya  dengan mengabaikan ketentuan PERMRNKES dan Lingkungan Hidup

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply